CARAPANDANG - Novel daring, mikrodrama, dan gim video China, yang secara kolektif disebut sebagai "tiga serangkai baru" ekspor budaya China, kini telah berkembang menjadi ekosistem pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) yang terintegrasi sepenuhnya, menurut para akademisi dan pelaku industri dalam dialog publik pada Pameran Buku Nasional (National Book Expo) China ke-34 yang baru saja berakhir.
"Dahulu, sastra daring, drama daring, dan gim video masing-masing menempuh jalannya sendiri-sendiri," kata Zeng Fanwen, direktur eksekutif lembaga penelitian industri budaya di Universitas Renmin China, dalam pameran yang digelar di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China timur, mulai Jumat (24/7) lalu hingga Senin (27/7).
Kini, ketiga sektor tersebut membentuk sinergi yang kuat, dengan novel daring berperan sebagai sumber konten, mikrodrama menjadi sarana uji pasar yang memberikan validasi pasar secara cepat, sementara gim video menciptakan nilai jangka panjang dan mendalam, imbuh Zeng.
"'Tiga serangkai budaya baru' ini bukanlah tiga industri yang terpisah, melainkan sebuah ekosistem pengembangan kekayaan intelektual yang terintegrasi sepenuhnya," kata Shen Shicheng, pejabat bidang publisitas Provinsi Zhejiang, mengutarakan pendapat senada dengan Zeng.