"Karena ada tekanan, ada surat-surat sakti, maka sekolah akhirnya dengan terpaksa (menerima peserta didik). Ketika misalnya kuota sekolah 300 orang, pas hari pendaftaran, kami datang ke sekolah, kami lihat daftar murid baru lebih dari 300, itu suka muncul," ujarnya.