Meski pengambilan keputusan sering kali lebih mengandalkan pertimbangan rasional, penelitian menunjukkan bahwa sistem berpikir cepat turut memanfaatkan pengalaman, memori emosional, dan pengenalan pola yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
Sejumlah penelitian neurosains juga menemukan bahwa intuisi tidak hanya berasal dari pikiran, tetapi turut melibatkan sinyal fisik dari tubuh. Sensasi seperti rasa nyaman, ringan, tegang, atau tidak nyaman dapat menjadi petunjuk yang membantu seseorang menilai situasi dan mengambil keputusan.
Kemampuan mengenali sinyal internal tubuh tersebut dikenal sebagai interosepsi. Dalam uji coba terkontrol yang diterbitkan di jurnal PLOS One pada 2022, latihan mindfulness selama tiga hari terbukti meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali kondisi tubuhnya sekaligus membantu menurunkan tingkat kecemasan.
Peneliti menyebut bahwa keputusan yang selaras dengan nilai dan kondisi diri sendiri cenderung memberikan kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan keputusan yang semata-mata didorong tekanan sosial atau harapan orang lain.
Untuk melatih kemampuan tersebut, peneliti menyarankan sejumlah langkah sederhana, seperti meluangkan waktu sejenak untuk memperhatikan respons tubuh sebelum mengambil keputusan, mencatat pengalaman sehari-hari terkait intuisi, serta menyediakan waktu tenang setiap pagi tanpa gangguan gawai.