Beranda Ekonomi Pakar Menilai Harga Minyak Dunia Masih Berpotensi Naik ke 130 Dolar AS

Pakar Menilai Harga Minyak Dunia Masih Berpotensi Naik ke 130 Dolar AS

Pakar energi dari Universitas Padjajaran (Unpad) Yayan Satyakti menilai harga minyak dunia masih berpotensi naik hingga ke level 130 dolar AS per barel

0
istimewa

Meskipun demikian, Iran menyatakan tidak akan menyetujui gencatan senjata sampai pihak yang menyerang diberi pelajaran agar mereka tidak lagi berpikir untuk mengulangi tindakan militer terhadap Teheran, sebagaimana yang dinyatakan oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Selasa.

Ketegangan inilah yang diyakini oleh Yayan dapat menyebabkan harga minyak dunia kembali naik, bahkan bisa menyentuh 130 dolar AS per barel.

“Jadi, penurunan harga minyak hanya untuk sementara saja. Sekarang justru eskalasinya lebih tinggi, karena Trump akan mengirim pasukan darat (ground troops) ke Iran,” ucap Yayan.

Apabila Amerika Serikat mengirim pasukan darat ke Iran, Yayan menyampaikan kerusakan infrastruktur dan jaringan rantai pasok akan terhenti tanpa waktu yang tidak bisa diperkirakan.

Pengerahan pasukan darat, menurut Yayan, akan memunculkan dampak yang lebih besar dan Amerika Serikat akan berambisi untuk menduduki Iran lebih dari satu tahun.

“Seperti kasus Irak, Afghanistan, karena AS tidak ingin rugi. Kalau hanya 1–2 tahun, mereka nggak balik modal,” ucap Yayan.

Berdasarkan analisis Yayan, Amerika Serikat memiliki kepentingan untuk menggeser pasar minyak Timur Tengah ke Amerika Serikat, kurang lebih sebesar 20 persen. Tujuan dari pergeseran itu adalah menekan harga minyak pada pertengahan atau akhir tahun 2026.

Ambisi itu juga terlihat ketika Amerika Serikat menyerang Venezuela pada awal 2026.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here