"Kami memilih varietas barangan karena lebih tahan terhadap hama. Setiap bibit juga mendapatkan pupuk organik agar pertumbuhannya lebih baik dan produktivitasnya meningkat," jelas Nila.
Ia menambahkan, pengembangan komoditas pisang tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Kota Payakumbuh, tetapi juga diproyeksikan menjadi komoditas unggulan yang mampu memasok kebutuhan daerah lain sekaligus menjadi bahan baku berbagai produk olahan bernilai tambah.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pertanian Kota Payakumbuh dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh mengenai pengembangan agribisnis pisang intensif. Kerja sama tersebut meliputi pengembangan budidaya, pendampingan teknologi, peningkatan kapasitas petani, hingga penguatan usaha berbasis agribisnis guna meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas pisang lokal.
Dalam sesi dialog, salah seorang petani dari Gapoktan Talang Saiyo berharap pemerintah turut membantu membuka akses pemasaran apabila produksi meningkat pada masa panen.
Menanggapi hal tersebut, Nila memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui pengembangan hilirisasi produk serta perluasan jaringan pemasaran agar peningkatan produksi tetap memberikan nilai tambah dan keuntungan bagi petani.