Meskipun tidak ada kesepakatan yang dicapai dalam perundingan antara AS dan Iran di Islamabad yang dimediasi oleh Pakistan, diskusi tersebut menunjukkan keseriusan keterlibatan kedua pihak serta merupakan langkah positif dan bermakna menuju dimulainya kembali dialog, kata Stephane Dujarric, Juru Bicara (Jubir) Sekjen PBB, dalam sebuah pernyataan.
"Mengingat perbedaan yang sangat mengakar, kesepakatan tidak dapat dicapai dalam semalam, dan sekjen menyerukan agar perundingan dilanjutkan secara konstruktif agar kesepakatan dapat diraih," ungkapnya.
"Setelah berminggu-minggu kehancuran dan penderitaan, jelas bahwa tidak ada solusi militer bagi konflik saat ini," imbuh jubir tersebut.
Di saat yang sama, gencatan senjata mutlak harus dipertahankan. Semua pelanggaran harus dihentikan, kata Dujarric.
Sekjen menekankan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik ini harus menghormati kebebasan navigasi, termasuk di Selat Hormuz, sesuai dengan hukum internasional, imbuhnya.
Gangguan dalam perdagangan maritim melalui Selat Hormuz telah memberikan dampak langsung jauh melampaui kawasan sekitarnya, dengan meningkatnya kerentanan ekonomi global dan ketidakamanan di banyak sektor, ujar sang jubir.
Gangguan terhadap pupuk dan bahan bakunya semakin memperburuk kerawanan pangan bagi jutaan orang yang rentan di seluruh dunia, menambah kenaikan biaya hidup akibat dampak dari gangguan terhadap bahan bakar, transportasi, serta rantai pasokan, tuturnya.
PBB Serukan Negosiasi AS-Iran Terus Dilanjutkan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan agar negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dilanjutkan, demikian disampaikan juru bicaranya pada Senin (13/4).