Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Edfidel Arda, menjelaskan kegiatan tersebut digelar untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan strategis sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah.
“Kami menyasar langsung masyarakat Kota Payakumbuh. Warga cukup menunjukkan fotokopi KTP agar program ini tepat sasaran,” jelasnya.
Dalam Gerakan Pangan Murah tersebut, beras lokal Anak Daro dijual dengan harga Rp150.000 per 10 kilogram dari harga pasar Rp170.000 dengan stok 2.750 kilogram. Beras SPHP dipasarkan Rp60.000 per kemasan dari harga pasar Rp64.000 dengan ketersediaan 600 kilogram.
Selain itu, telur ayam dijual Rp47.000 per tray dari harga pasar Rp53.000 dengan stok 275 tray. Gula pasir dipasarkan Rp14.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp18.000 per kilogram dengan ketersediaan 275 kilogram.
Bawang merah dijual Rp20.000 per kilogram dari harga pasar Rp23.000 per kilogram dengan stok 275 kilogram. Sementara minyak goreng dipasarkan Rp29.000 per pouch dari harga pasar Rp31.400 per pouch dengan ketersediaan 275 pouch.
Edfidel menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut juga didukung dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp10 juta.
“Harapan kita, dengan dukungan ini dapat memperkuat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara rutin ke depan,” ujarnya.