Sementara itu, program pelatihan vokasi gelombang pertama masih berjalan, diikuti 10.500 peserta yang merupakan lulusan SMA/SMK. “Jika magang nasional ditujukan untuk lulusan perguruan tinggi, maka pelatihan vokasi merupakan program untuk lulusan SMA dan SMK,” ucapnya.
Menaker mengatakan pelatihan vokasi merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional. “Ini untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja nasional, sekaligus mempercepat penciptaan lapangan kerja yang berkualitas,” ujarnya.
Yassierli menambahkan Kemenaker telah memiliki balai pelatihan di berbagai daerah untuk mendukung program-program tersebut. “Alhamdulillah Bapak Presiden mendukung program-program ini, yang akan menjadi salah satu prioritas kami tahun ini,” katanya. dilansir rri.co.id