Para peneliti memperkirakan produksi bekisting baru tersebut dapat mengurangi emisi karbon terkait sekitar 50 persen. Sementara itu, biaya materialnya diperkirakan sekitar 94 persen lebih rendah dibandingkan dengan bekisting kayu konvensional.
Para peneliti mengatakan bahwa teknologi tersebut nantinya dapat digunakan untuk pembangunan gedung dan infrastruktur, penyediaan hunian darurat, serta konstruksi di daerah terpencil.
sumber: Xinhua News