Beranda Ekonomi Penerapan Tarif Impor AS Berdampak Negatif bagi Produk Kelistrikan Indonesia

Penerapan Tarif Impor AS Berdampak Negatif bagi Produk Kelistrikan Indonesia

APPI menjelaskan, sebab beberapa tahun terakhir industri ini mendapat kesempatan ekspor ke AS serta beberapa negara lainnya.

0
Ilustrasi/ Istimewa

APPI juga merasa khawatir dengan adanya kebijakan tarif AS ini Indonesia malah menjadi alternatif ekspor produk dari negara yang terdampak tarif Trump. Untuk itu, APPI meminta pemerintah melindungi industri dalam negeri.

"Pasar domestik Indonesia, merupakan secondary market, size besar dan dengan daya beli tinggi. Oleh karena itu, perlu bagi industri atau asosiasi industri meminta perlindungan dari pemerintah atas pemberlakuan kebijakan BMI (Bea Masuk Imbalan) AS tersebut," terang APPI.

Banjirnya impor dari berbagai negara dikhawatirkan industri peralatan listrik akan bernasib sama dengan produk tekstil dan Indonesia kehilangan kesempatan menjadi negara manufaktur. Hal tersebut dikarenakan pengenaan bea masuk 0% untuk produk produk dari Asia Tenggara, China dan India sementara di dalam negeri sudah mampu untuk menghasilkan produk produk tersebut.

"Yang menjadi kendala utama adalah tidak tersedianya bahan baku di dalam negeri, sehingga kita tergantung dengan impor, sementara di negara negara lain, China contohnya, bahan baku melimpah sehingga kecepatan dan daya saing mereka akan lebih unggul," imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here