Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap tradisi filateli karena prangko dinilai sebagai bagian dari kebudayaan material yang merekam berbagai peristiwa dan identitas bangsa.
Sebagai bentuk nyata penguatan literasi, Kementerian Kebudayaan tahun lalu menggelar Lomba Menulis Surat untuk Pahlawan yang diikuti lebih dari 34 ribu peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Seluruh surat ditulis tangan, dilengkapi prangko, dan dikirim melalui layanan PT Pos Indonesia.
Direktur Komersial PT Pos Indonesia, Fahdel Akbar, mengapresiasi kunjungan Menteri Kebudayaan yang dinilai menjadi dorongan bagi pengembangan Museum Pos Indonesia menjadi ruang edukasi yang lebih modern dan interaktif.
Ke depan, Kementerian Kebudayaan akan terus mendorong peningkatan kualitas tata pamer, penguatan narasi sejarah, serta pemanfaatan teknologi digital di berbagai museum tematik agar semakin menarik dan mampu memperkuat identitas budaya Indonesia. dilansir antaranews.com