Beranda Sosok Perjuangan Ceo Virgin: Pria Disleksia, Ditendang dari Sekolah hingga Jadi Miliarder Dunia

Perjuangan Ceo Virgin: Pria Disleksia, Ditendang dari Sekolah hingga Jadi Miliarder Dunia

Kesuksesan merupakan sesuatu yang bisa diraih dengan kerja keras, oleh siapapun tanpa memandang latar belakang. Hal ini terbukti dari kisah hidup Richard Branson

0
Perjuangan Ceo Virgin: Pria Disleksia, Ditendang dari Sekolah hingga Jadi Miliarder Dunia

Awalnya, sulit menjalankan bisnis rekaman ini. Namun pada 1972 dirinya berhasil mendirikan 14 kantor rekaman. Branson pun menggunakan keuntungan yang didapat dari bisnis rekamannya ini untuk mendirikan label musik dan juga toko kaset bernama Virgin Records di tahun 1972.

Tak lama berselang, bisnis tersebut pun meledak. Branson berhasil mengantongi jutaan dolar untuk kali pertama setelah hasil rekaman Mike Oldfield terjual 5 juta eksemplar. Pundi-pundi keuntungannya pun bertambah setelah band ternama, Sex Pistols dan artis kontroversial lainnya, termasuk The Rolling Stones dan Ozzy Osbourne menggunakan jasa perusahaan rekamannya.

Hal itu juga yang membuat Virgin Records menjadi salah satu dari enam perusahaan rekaman top dunia dengan cabang perusahaan berada di Jerman, Perancis, dan Jepang. Pada 1981, Branson mendirikan Virgin Books dan Virgin Video Dirinya dalam dua tahun juga berhasil membangun kerajaan bisnis dengan lebih dari 50 perusahaan berbeda dan total penjualan sekitar US$ 17 juta.

Pada tahun 1984, Branson membangun sebuah bisnis penerbangan Virgin Atlantic Airways. Banyak pihak yang sangat meragukan keputusan Richard tersebut. Bahkan salah satu bank yang menjadi jaminan finansialnya, mengancam akan menarik dana jika bisnis tersebut jadi dieksekusi.

Selanjutnya, pada tahun 1992, ia harus kembali memperjuangkan kerajaan bisnisnya itu. Bisnis penerbangan sempat jatuh karena banyak masyarakat yang takut menggunakan pesawat untuk bepergian akibat ancaman serangan teroris. Walau dalam kondisi ekonomi sulit, ia menolak untuk menjual Virgin Record senilai US$ 1 miliar.

Branson pun tak menyerah begitu saja. Ia juga menggugat pihak British Airways dengan tuduhan pencemaran nama baik. Alhasil hakim memutuskan British Airways salah dan harus membayar ganti rugi kepada Branson dan Virgin senilai US$ 945.000, ditambah biaya hukum yang diperkirakan mencapai US$ 3 juta.

Ia pun terus melebarkan sayapnya, bahkan hingga membuka bisnis di sektor telekomunikasi dan teknologi. Di tahun 2004 lalu, ia juga meluncurkan Virgin Galactic, sebuah pariwisata luar angkasa.

Berkat kegigihannya dalam menjalankan bisnis, Richard Branson sempat dinobatkan sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia oleh majalah Time pada tahun 2007.

Di tahun 2000-an, Branson mulai berbisnis di sektor telekomunikasi dan teknologi. Di tahun 2004, dirinya meluncurkan Virgin Galactic, pelopor pariwisata luar angkasa. Virgin Group pun kini berhasil menjadi merek dunia dengan lebih dari 200 cabang di 30 negara.

Kini, Virgin Group telah melebarkan sayapnya di berbagai sektor antara lain penerbangan, komunikasi, stasiun radio, hotel, kesehatan, layanan keuangan, klub malam, teknologi, tim formula 1, hingga pariwisata luar angkasa.


 

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here