Perundingan ini merupakan upaya terbaru setelah upaya diplomasi sebelumnya gagal ketika Israel melancarkan serangan mendadak ke Iran pada Juni 2025, memicu perang 12 hari yang sempat melibatkan AS mengebom fasilitas nuklir Iran.
Menteri Luar Negeri Oman menyatakan kedua pihak menunjukkan keterbukaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap ide-ide baru dan kreatif serta solusi setelah sesi pagi perundingan.
Araghchi dalam unggahan di media sosial menyebut putaran ini sebagai yang paling intens sejauh ini dan berkesimpulan dengan pemahaman bersama untuk membahas detail terkait pengakhiran sanksi dan langkah-langkah nuklir.
Putaran keempat perundingan direncanakan berlangsung kurang dari sepekan setelah konsultasi di masing-masing ibu kota, dengan tim teknis akan bertemu lebih dulu di Wina pada Senin mendatang.