Kunjungan ini merupakan kali kedua Modi mengunjungi Israel setelah tahun 2017. Netanyahu sendiri pernah melakukan kunjungan balasan ke India pada tahun 2018.
Peningkatan kerja sama pertahanan diprediksi menjadi agenda utama pembahasan.
Data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mencatat India menguasai 34 persen ekspor pertahanan Israel antara tahun 2020 hingga 2024.
Media India melaporkan adanya potensi kerja sama pengembangan sistem pertahanan rudal balistik, senjata laser, dan drone.
PM Modi dan Netanyahu juga dikabarkan akan membahas kemungkinan integrasi teknologi Iron Dome Israel ke dalam sistem pertahanan udara domestik India, "Sudarshan Chakra".
Di bidang ekonomi, kedua negara tengah merundingkan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) setelah sebelumnya menandatangani perjanjian investasi bilateral pada September 2025. Total perdagangan barang antara India dan Israel mencapai 3,62 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2024-2025.u
Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama antara Amerika Serikat dan Iran.
Amerika Serikat baru-baru ini meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut, memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas.
Menanggapi situasi tersebut, pengamat menilai India akan tetap mempertahankan kebijakan otonomi strategisnya. "India tidak berkepentingan untuk bergabung dalam aliansi militer formal.