Menurut dia, Pramono nantinya mewakili suara kawasan ESEAO di tingkat global dan berkolaborasi dengan gubernur serta wali kota dari berbagai kota di dunia untuk mempercepat aksi iklim yang inklusif serta membangun kota yang berkelanjutan, tangguh, dan berkeadilan.
“Momentum ini sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai mitra penting dalam jejaring kota global untuk membangun masa depan perkotaan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkeadilan,” tutur Dewi.
C40 Cities merupakan jaringan global beranggotakan hampir 100 kota besar dunia yang berkomitmen mengatasi krisis iklim.
Jaringan tersebut berfokus pada kolaborasi antarkota melalui pertukaran pengetahuan, penguatan inovasi kebijakan, serta percepatan implementasi solusi iklim yang berdampak nyata.
Kota-kota anggota C40 mewakili lebih dari 700 juta penduduk dunia dan sekitar seperempat perekonomian global, sehingga menjadi salah satu platform paling berpengaruh dalam mendorong aksi iklim perkotaan.