CARAPANDANG - Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, mengingatkan publik untuk mewaspadai risiko kesehatan jangka panjang dari konsumsi makanan ultra-proses, seperti sosis siap makan, nugget, dan kornet.
Menurut Prof. Aru, mengonsumsi jenis makanan tersebut secara berkelanjutan, terlebih sejak usia dini, dapat meningkatkan risiko penyakit kanker di kemudian hari.
“Sekarang ada sosis yang siap makan kan? Siap-siap kanker aja 20 tahun lagi, terutama anak-anak,” tegasnya, seperti dikutip dari laman Kumparan, Minggu (8/2/2026).
Ia membedakan tiga kategori makanan. Pertama, makanan non-proses yang masih alami seperti sayur dan daging segar. Kedua, makanan processed yang dimasak di rumah dan dianggap relatif aman.
Kategori ketiga dan paling berisiko adalah ultra-processed food, yaitu produk yang diolah secara industri hingga bentuk aslinya hilang dan kandungan alaminya banyak berkurang.
“Kalau ultra-processed itu yang sudah diolah oleh pabrik, sehingga bentuknya sudah beda. Ayam sudah jadi nugget. Nugget-nugget di supermarket itu belum tentu ada ayamnya,” ujar Prof. Aru.
Ia juga mengajak masyarakat lebih kritis membaca label nutrisi pada kemasan.
“Kalau sebuah makanan sudah ada kayak begini di bungkusnya, hati-hati. Kalau kamu baca tuh macem-macem, ini udah pake pengawet, kamu jauh. Ini namanya Ultra-processed Food,” jelasnya.