“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias dan bersyukur dengan adanya program pembangunan jembatan ini. Jembatan ini sudah sekitar 10 tahun mengalami kerusakan sejak diperbaiki pada 2015 oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Hari ini menjadi awal dimulainya kembali pembangunan,”ujar Bupati.
Ia menambahkan bahwa jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat yang tinggal jauh dari ibu kota kabupaten, sehingga kehadirannya akan sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama bagi para petani dalam mengangkut hasil panen.
Pemerintah daerah, lanjutnya, sangat mendukung penuh program yang diinisiasi Kodam XIII/Merdeka dan berharap ke depan Pohuwato tetap menjadi perhatian dalam pembangunan infrastruktur lainnya.
“Masih banyak infrastruktur yang membutuhkan perhatian pemerintah, karena semuanya merupakan kebutuhan dan harapan masyarakat, khususnya para petani,”ungkapnya.
Bupati juga berharap pembangunan jembatan sepanjang 12 meter tersebut dapat bertahan lama. Ia turut mengingatkan agar material lantai jembatan lama yang telah roboh dapat segera diangkat dari sungai guna menghindari kerusakan pada struktur jembatan baru.
Sementara itu, Kepala Desa Wonggarasi Tengah, Husain Tuliyabu, menjelaskan bahwa jembatan tersebut awalnya dibangun melalui program ABRI Masuk Desa pada tahun 1993 dengan konstruksi kaki penyangga beton dan lantai berbahan kayu.