Jumlah ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara aliansi dan menunjukkan keseriusan Warsawa dalam menghadapi ancaman dari Rusia di tengah perang yang masih berlangsung di Ukraina.
Dalam pidatonya, Sikorski juga menekankan bahwa sanksi-sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia terbukti efektif melemahkan ekonomi dan mesin perangnya.
Ia mengkritik propaganda Rusia yang mengklaim sedang memenangkan perang, seraya menyebutkan data sekitar 1,2 juta tentara Rusia tewas atau terluka, serta hilangnya akses pasar Barat bagi perusahaan-perusahaan Rusia.
Menurutnya, Rusia telah kehilangan kesempatan untuk demokratisasi dan modernisasi.
"Sekarang belanja pertahanan menghabiskan hingga 40 persen dari anggaran Rusia. Rusia membuat kesalahan historis dan mengorbankan masa depan mereka di altar perang yang tidak perlu," tegas Sikorski.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kewaspadaan Polandia. Sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, Polandia telah memperkuat militernya secara signifikan.
Selain meningkatkan anggaran, Polandia juga tengah membangun sistem fortifikasi perbatasan senilai €2 miliar yang dikenal sebagai "Perisai Timur" (Eastern Shield), termasuk "tembok anti-drone" untuk mengamankan perbatasannya dengan Belarus dan wilayah kantong Rusia, Kaliningrad.