CARAPANDANG - Sejumlah raksasa teknologi dunia mengumumkan langkah konkret menuju era baru komunikasi. Qualcomm, perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, mengumumkan pembentukan aliansi strategis bersama hampir 60 perusahaan global, termasuk Google, Amazon, Microsoft, Meta, serta tiga operator besar China yakni China Mobile, China Telecom, dan China Unicom.
Pengumuman ini disampaikan dalam gelaran Mobile World Congress (MWC) 2026 yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, Senin (2/3/2026).
Aliansi yang mencakup seluruh rantai industri, mulai dari produsen chip, perangkat, operator, hingga penyedia layanan cloud ini, menargetkan sistem komersial 6G dapat mulai dioperasikan pada tahun 2029. Sebagai langkah awal, demonstrasi perangkat dan jaringan 6G prapasar yang sesuai dengan spesifikasi ditargetkan dapat direalisasikan pada tahun 2028.
Berbeda dengan pendahulunya, 6G tidak hanya diproyeksikan sebagai peningkatan kecepatan internet. Teknologi generasi keenam ini dirancang sebagai sistem yang "AI-native" atau berbasis kecerdasan buatan secara inheren.
"6G bukan sekadar evolusi berikutnya dari komunikasi nirkabel, tetapi juga landasan untuk membangun jaringan yang secara fundamental berbasis AI," ujar Cristiano Amon, President dan CEO Qualcomm dalam pidatonya.