Beranda Internasional Ratusan SPBU di Australia Kehabisan BBM Imbas Konflik Timur Tengah

Ratusan SPBU di Australia Kehabisan BBM Imbas Konflik Timur Tengah

Menteri Energi Australia Chris Bowen mengungkapkan bahwa per Rabu (25/3/2026), tercatat 474 SPBU di seluruh Australia kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar.

0
Ilustrasi

Krisis bahan bakar minyak (BBM) melanda Australia di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok global. Ratusan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sejumlah negara bagian dilaporkan kehabisan stok, memaksa pemerintah mengambil langkah-langkah darurat.

Menteri Energi Australia Chris Bowen mengungkapkan bahwa per Rabu (25/3/2026), tercatat 474 SPBU di seluruh Australia kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar.

Data per negara bagian menunjukkan 109 unit SPBU di Victoria kehabisan bensin, 47 unit di Queensland kehabisan diesel dan 32 gerai kehabisan bensin jenis unleaded reguler, serta 37 SPBU di New South Wales (NSW) melaporkan stok kosong.

Kelangkaan ini dipicu oleh terganggunya pasokan minyak mentah dunia akibat perang di Timur Tengah. Australia yang sangat bergantung pada impor bahan bakar, lebih dari 80 persen kebutuhan bensin, diesel, dan avtur didatangkan dari luar, berada pada posisi rentan karena berada di ujung rantai pasok regional.

Bowen mengonfirmasi bahwa enam kapal tanker pengangkut bahan bakar yang dijadwalkan tiba pada April 2026 mengalami pembatalan atau penundaan perjalanan.

Kapal-kapal tersebut berasal dari Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan. Meski demikian, Bowen menyatakan keenam pengiriman tersebut telah digantikan, dengan tambahan tiga kapal sedang dalam perjalanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here