CARAPANDANG - Secara rasional, segala sesuatu yang memiliki permulaan niscaya akan memiliki akhir. Akal pikiran yang sehat menunjukkan bahwa kehidupan dunia tidak mungkin dibiarkan berjalan tanpa muara. Harus ada sebuah hari di mana keadilan ditegakkan secara absolut.
Itulah kehidupan akhirat, di sana ada perhitungan (hisab) dan balasan(jaza’); siapa yang berbuat baik maka baginya kebaikan, dan siapa yang berbuat buruk maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.
Sungguh, akan ada hari di mana pelaku kezaliman akan dibalas, dan orang yang dizalimi akan dipenuhi hak-haknya—bahkan hingga hewan ternak pun akan diadili di antara mereka. Inilah yang menjadi tuntutan hikmah Ilahi; bahwa Allah tidak menciptakan kita dengan sia-sia. Allah Ta’ala berfirman:
'Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?' (QS. Al-Mu’minun: 115).
Jalani Hidup Dunia Seperti Orang Asing
Keadaan seorang mukmin di dunia ini ibarat seorang asing yang sangat berharap untuk kembali kepada keluarga dan tanah airnya—negeri asli yang dahulu musuh (setan) berhasil mengeluarkan kedua orang tuanya (Adam dan Hawa) dari sana-, yaitu Surga. Nabi ﷺ telah menjelaskan hal ini dalam sabdanya:
'Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau pengembara (musafir).' (HR. al-Bukhari)