Sentimen lain berasal dari sikap investor yang menantikan penjualan ritel yang diperkirakan akan tumbuh 1,8 persen.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar di angka Rp17.750-Rp17.850 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah seiring ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah (Timteng).
Sentimen lain berasal dari sikap investor yang menantikan penjualan ritel yang diperkirakan akan tumbuh 1,8 persen.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar di angka Rp17.750-Rp17.850 per dolar AS.