Karena itu, Ramadan sesungguhnya merupakan sekolah kehidupan yang melatih manusia untuk membangun karakter yang sabar dan matang. Selama satu bulan penuh, umat Islam dilatih untuk menahan diri, menjaga lisan, dan mengendalikan emosi. Latihan ini diharapkan tidak berhenti ketika Ramadan berakhir, tetapi menjadi bagian dari kepribadian dalam kehidupan sehari-hari.
Ramadan mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak selalu terlihat dalam kemarahan atau kekuasaan, melainkan dalam kemampuan manusia untuk menahan diri. Dan mungkin di situlah makna terdalam dari pesan Ramadan: bahwa orang yang benar-benar kuat bukanlah mereka yang mampu mengalahkan orang lain, tetapi mereka yang mampu mengalahkan dirinya sendiri. Top of Form, Bottom of Form. Bahkan kita bisa melihat dengan mata kepala sendiri bahwa orang orang yang bertubuh kecil dan kelihatan lemah bisa lebih kuat berpuasa Ramadan di bandingkan dengan orang yang badanya besar & kekar, dengan kekuatan kesabaranya imanya .