Serangan ini dipicu oleh pernyataan Paus Leo XIV dalam kebaktian doa di Basilika Santo Petrus, Sabtu (11/4/2026), di mana ia mengecam "khayalan kemahakuasaan" yang mendorong perang tanpa menyebut nama Trump secara spesifik.
"Cukup dengan penyembahan terhadap diri sendiri dan uang! Cukup dengan pamer kekuatan! Cukup dengan perang!" seru Paus Leo dalam pernyataannya yang dikutip Tribunnews.com.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance yang merupakan seorang mualaf Katolik, bersikap hati-hati menanggapi isu ketegangan antara Gedung Putih dan Vatikan.
"Saya ingin berbicara langsung dengan Kardinal Christophe Pierre dan orang-orang kami untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," ujar Vance di Budapest, Hongaria, 8 April 2026.
Hingga berita ini diturunkan, Vatikan belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump. Paus Leo XIV sendiri dijadwalkan memulai perjalanan 11 hari ke Afrika pada Senin (13/4/2026) waktu setempat.