CARAPANDANG - Pemerintah resmi memperluas program Sekolah Rakyat menjadi 182 titik pada tahun ajaran 2026/2027. Program pendidikan berasrama ini ditargetkan menampung lebih dari 43 ribu peserta didik dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sebagai langkah strategis memutus mata rantai kemiskinan.
Mengutip laporan Tirto.id, Deputi III Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI), Kurnia Ramadhana, menyatakan perluasan ini merupakan bagian dari transisi bertahap dari model rintisan menuju satuan pendidikan permanen dan berkelanjutan.
"Pada tahun ajaran 2026-2027, penyelenggaraan Sekolah Rakyat diperluas dari 166 menjadi 182 sekolah," kata Kurnia dalam konferensi pers di Gedung BAKOM RI, Jakarta, dikutip Tirto.di, Rabu (22/7/2026).
Penambahan 16 titik sekolah baru otomatis mendongkrak kuota penerimaan peserta didik baru menjadi 28.568 orang. Rinciannya:
· SD: 6.305 siswa
· SMP: 11.186 siswa
· SMA: 11.077 siswa
"Dengan demikian, total peserta didik Sekolah Rakyat tingkat SD, SMP, dan SMA secara keseluruhan dari yang sudah ada dan target sementara mencapai 43.344 orang pada tahun ini," papar Kurnia.
Kurnia menegaskan Sekolah Rakyat secara khusus menyasar masyarakat di lapisan sosial ekonomi terbawah, yaitu desil satu dan desil dua. Selama menempuh pendidikan, seluruh kebutuhan siswa ditanggung penuh oleh negara.
Setiap peserta didik memperoleh:
· Tempat tinggal asrama
· Seragam lengkap delapan set