CARAPANDANG - Gunung Semeru tercatat mengalami enam kali letusan pada Senin (15/1) pagi, dengan kolom abu tertinggi mencapai 1 kilometer di atas puncak. Aktivitas vulkanik ini masih berlangsung menurut laporan terbaru.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan rangkaian erupsi dimulai pada pukul 00.22 WIB, diikuti letusan pada pukul 00.36 WIB, 00.50 WIB, 05.19 WIB, 06.44 WIB, dan 08.36 WIB.
“Erupsi dengan letusan tertinggi terjadi pada pukul 05.19 WIB dengan tinggi kolom sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl,” jelas Liswanto seperti dikutip Antaranews.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke timur laut.
Dalam periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, aktivitas seismik gunung menunjukkan 36 kali gempa letusan, 3 kali gempa guguran, 3 kali gempa Harmonik, dan 1 kali gempa Tektonik Jauh.
Status Gunung Semeru tetap berada di tingkat Siaga atau Level III. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi keselamatan.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar,” tegas Liswanto.
Larangan juga berlaku untuk aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena bahaya lontaran batu pijar.