Beranda Kolom Seni Menaklukkan Pasar Kerja Inggris dengan Dependent Visa

Seni Menaklukkan Pasar Kerja Inggris dengan Dependent Visa

Lembaran tersebut adalah sebuah "surat sakti" yang memberikan hak legal untuk mencari nafkah tanpa batasan jam kerja seketat sang mahasiswa, yaitu orang yang anda dampingi itu sendiri.

0
Istimewa

Sebelum Anda telanjur membeli jas baru atau memperbaharui profil LinkedIn, mari kita teliti dulu aturan fundamentalnya. Sesuai regulasi terbaru dari Pemerintah Inggris (GOV.UK), tidak semua mahasiswa internasional bisa membawa keluarga. Anda berhak mendapatkan dependent visa (dan hak kerja penuh) hanya jika pasangan menempuh studi Program Riset Pascasarjana (Postgraduate Research), seperti Ph.D. atau Doktoral, atau Program Master (S2) dengan beasiswa resmi yang didanai penuh oleh pemerintah (misalnya beasiswa Chevening atau LPDP).

Jika pasangan anda kuliah S1 atau S2 jalur mandiri reguler, mohon maaf, hak ini belum tersedia untuk anda. Tapi bila anda memenuhi syarat di atas, mari kita simak uraian berikutnya.

Keunggulan Fleksibilitas Kerja Dependant Visa

Berbeda dengan pasangan anda yang dilarang bekerja lebih dari 20 jam per minggu saat masa kuliah berjalan, anda berada di posisi yang jauh lebih menguntungkan. Pemegang dependent visa memiliki kebebasan bekerja yang hampir setara dengan warga lokal.

Kebebasan utama anda adalah bisa bekerja tanpa batasan jam kerja dan juga bebas memilih sektor pekerjaan. Bekerja tanpa batasan jam kerja artinya, bisa bebas bekerja penuh waktu (full-time) 40 jam seminggu, atau mengambil dua pekerjaan sekaligus, jika fisik memungkinkan. Saya sendiri menempuh hal itu. Tapi bukan karena fisik sekuat baja, melainkan karena tuntutan kebutuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here