Ahli kinesiologi dari Michigan State University Nicholas Mortensen menjelaskan aroma makanan dapat memengaruhi bagian otak yang berkaitan dengan memori, emosi, penghargaan, dan nafsu makan. Pada cokelat susu, peningkatan performa diduga lebih dipengaruhi oleh respons emosional positif yang meningkatkan motivasi berlatih.
Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa temuan tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan. Studi ini hanya melibatkan peserta pria berusia muda, menguji satu jenis latihan kekuatan, serta menggunakan jumlah sampel yang relatif kecil sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi kepada kelompok lain.
Dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Fredericson juga mengingatkan atlet dan masyarakat tidak sebaiknya mengandalkan aroma makanan sebagai pengganti asupan sebelum berolahraga.
Menurut dia, memenuhi kebutuhan energi melalui makanan bergizi tetap menjadi cara terbaik untuk mendukung performa latihan dan mencegah kekurangan energi yang dapat berdampak pada kesehatan.