Beranda Sains & Teknologi Studi: Peningkatan Kadar CO2 Terdeteksi dalam Darah Manusia

Studi: Peningkatan Kadar CO2 Terdeteksi dalam Darah Manusia

Sebuah studi di Australia mengungkap adanya peningkatan kadar karbon dioksida (CO2) dalam darah manusia, memperingatkan bahwa salah satu penanda penting dalam darah tersebut bisa mencapai batas sehatnya dalam beberapa dekade mendatang.

0
Xinhua

CARAPANDANG.COM, SYDNEY -- Sebuah studi di Australia mengungkap adanya peningkatan kadar karbon dioksida (CO2) dalam darah manusia, memperingatkan bahwa salah satu penanda penting dalam darah tersebut bisa mencapai batas sehatnya dalam beberapa dekade mendatang.

   Temuan itu sangat relevan bagi anak-anak dan remaja, yang tubuhnya masih berkembang dan akan mengalami paparan kumulatif paling lama terhadap meningkatnya CO2 di atmosfer, menurut pernyataan dari Kids Research Institute Australia pada Rabu (4/3).

   Para peneliti dari Kids Research Institute Australia, bekerja sama dengan Curtin University dan Universitas Nasional Australia (Australian National University/ANU), menganalisis data populasi Amerika Serikat (AS) dari 1999 hingga 2020. Hasilnya menunjukkan perubahan kimia darah yang stabil pada 7.000 orang selama periode tersebut, yang sejalan dengan meningkatnya kadar CO2 di atmosfer.

   Studi yang diterbitkan dalam jurnal Air Quality, Atmosphere and Health menemukan bahwa kadar bikarbonat serum, sebuah penanda darah yang terkait dengan CO2, meningkat sekitar 7 persen sejak 1999, sejalan dengan peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer, disertai dengan penurunan kadar kalsium dan fosfor.

   Temuan tersebut menunjukkan bahwa tubuh manusia mungkin sudah mulai menyesuaikan diri dengan perubahan atmosfer, yang berpotensi menimbulkan konsekuensi fisiologis jangka panjang, kata penulis utama studi tersebut, Associate Professor Alexander Larcombe dari The Kids.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here