"Sebagian besar mamalia tidak dapat mendengar dengan baik di bawah air, tetapi anjing laut memiliki telinga khusus untuk mendengar di bawah air tanpa mengorbankan kemampuan mereka untuk mendengar di darat," papar James Rule dari Monash School of Biological Sciences, penulis utama penelitian tersebut.
Dengan menganalisis pemindaian CT dan data dari spesimen museum modern maupun fosil, serta memanfaatkan kemajuan terbaru dalam studi evolusi mamalia laut berkaki sirip (pinniped), para peneliti dapat memahami asal-usul kemampuan pendengaran amfibi mereka, yang pada akhirnya mengungkap sistem komunikasi bawah air mereka yang kompleks.
"Inovasi evolusioner ini turut memfasilitasi keberagaman vokal mamalia laut berkaki sirip yang luar biasa, sehingga memungkinkan mereka untuk berkomunikasi baik di darat maupun lautan," kata Rule.