Beranda Ekonomi Subsidi dan Kompensasi Tembus Rp233 Triliun hingga Semester I 2026

Subsidi dan Kompensasi Tembus Rp233 Triliun hingga Semester I 2026

Realisasi belanja tersebut terdiri atas subsidi sebesar Rp116 triliun dan kompensasi sebesar Rp116,9 triliun.

0
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Volume penyaluran BBM bersubsidi hingga semester I 2026 mencapai 7,99 juta kiloliter, meningkat 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran LPG tabung 3 kg naik 2 persen menjadi 3,56 juta ton, sementara jumlah pelanggan listrik bersubsidi bertambah 2,1 persen menjadi 43,1 juta pelanggan.

Di sektor non-energi, subsidi pupuk juga mengalami lonjakan signifikan. Volume pupuk bersubsidi yang disalurkan mencapai 4,5 juta ton, melonjak 21,4 persen dibandingkan semester I 2025.

Adapun jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memperoleh subsidi bunga mencapai 2,4 juta debitur, naik 3,6 persen.

Kementerian Keuangan menegaskan bahwa mekanisme pembayaran kompensasi pada tahun 2026 dilakukan secara rutin setiap bulan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kerap dilakukan pada akhir tahun.

Hal ini turut memperbaharui realisasi pembayaran kompensasi yang kini tercatat lebih tinggi.

Pemerintah mempertahankan kebijakan subsidi energi meskipun membebani APBN, dengan pertimbangan melindungi daya beli masyarakat di tengah menyusutnya jumlah kelas menengah.

Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Fithra Faisal Hastiadi menyebut kelas menengah Indonesia turun dari 57,3 juta orang pada 2019 menjadi 46,7 juta orang saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here