"Saat ini, tersedia stok 1.000 liter eco lindi. Penyemprotan eco lindi dua kali sehari, masing-masing 50 liter, yakni pagi dan setelah proses pengangkutan sampah selesai. Waktu itu dipilih karena aroma sampah lama mulai menguap saat loading," jelas Ari.
Pihaknya juga menyebutkan kegiatan pengurangan sampah organik turut dilakukan melalui pengomposan dan budidaya maggot.
Langkah tersebut, kata Ari, menindaklanjuti Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 55 Tahun 2021 tentang pengurangan dan penanganan sampah, yang menargetkan pengurang sampah residu maksimal 30 persen, sedangkan 70 persen sampah lainnya harus diolah.
"Bila organik diolah menjadi pupuk kompos dan maggot, sedangkan anorganik diolah di bank sampah. Saat ini, pemilahan sampah tingkat RW sudah mulai terlihat. Terbukti, volume residu yang diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), berkurang. Jika sebelumnya, diangkut tiap hari, kini cukup dua hari sekali untuk volume sampah residu yang sama," terang Ari.