Ia menambahkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan penggunaan gawai oleh anak-anak, kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali mengenalkan budaya membaca buku sejak dini.
“Kita melihat anak-anak kini semakin akrab dengan telepon pintar. Karena itu, kegiatan ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan kembali budaya membaca buku. Kami berharap buku-buku ini dapat menjadi teman perjalanan bagi anak-anak selama mudik dan terus dibaca bersama keluarga,” tambahnya.
Dora juga menjelaskan bahwa jumlah buku yang dibagikan pada tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 sebanyak 20 ribu buku disalurkan, maka pada tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 24 ribu buku. Program ini turut didukung oleh berbagai mitra, antara lain Perpustakaan Nasional, Let’s Read, The Asia Foundation, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Gramedia, serta sejumlah penerbit dan perusahaan percetakan.
Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cristianto, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, literasi melalui kegiatan membaca dan menulis merupakan kebutuhan dasar yang perlu terus ditumbuhkan sejak dini.
“Upaya meningkatkan minat baca menjadi sangat penting, terlebih di tengah perkembangan teknologi yang membuat anak-anak semakin sering menggunakan gawai. Program seperti ini sangat positif karena dapat menarik kembali minat membaca, terutama bagi anak-anak,” ujarnya.