Tak hanya itu, mahasiswa tersebut juga menyampaikan kondisi jaringan irigasi yang rusak di wilayah yang sama.
Menanggapi laporan tersebut, Mentan langsung memerintahkan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan untuk mengawal penyelesaian persoalan tersebut agar tidak mengganggu aktivitas dan produktivitas petani. Respons cepat tersebut mendapat perhatian peserta kuliah umum.
Bagi Mentan, persoalan yang dihadapi petani tidak boleh berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata.
Dalam sesi dialog, mahasiswa juga mempertanyakan langkah pemerintah mempertahankan swasembada beras di tengah tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional.
Menjawab hal itu, Amran menegaskan pemerintah terus memperkuat fondasi produksi melalui pembangunan dan rehabilitasi irigasi, penyediaan benih unggul, modernisasi pertanian, optimalisasi lahan, serta perlindungan lahan sawah dari alih fungsi.
Menurutnya, keberhasilan menjaga ketahanan pangan membutuhkan pengawasan yang ketat dan keberpihakan yang kuat kepada petani.
"Alih fungsi lahan sawah tidak boleh dibiarkan. Sawah dan irigasi harus kita jaga karena menjadi fondasi utama ketahanan pangan nasional," tegas Amran, dalam keterangannya, yang diterima di Jakarta.