Beranda Olahraga Tiga generasi pecinta Kung Fu: Kisah mahasiswi Indonesia belajar Tai Chi di China

Tiga generasi pecinta Kung Fu: Kisah mahasiswi Indonesia belajar Tai Chi di China

Tai Chi bukan sekadar seni bela diri, melainkan juga bentuk ekspresi budaya yang mengandung filosofi Timur.

0
Tai Chi bukan sekadar seni bela diri, melainkan juga bentuk ekspresi budaya yang mengandung filosofi Timur.

Zeela mulai berlatih seni bela diri sejak usia enam tahun dengan mengikuti jejak ayahnya. Pada Mei 2024, dia datang ke Da Qing Mountain Tai Chi Training Center di Rizhao untuk mempelajari Tai Chi gaya Chen secara sistematis. Suasana budaya di daerah tersebut sangat menarik perhatiannya. Saat mengunjungi Rizhao Polytechnic, dia terinspirasi untuk melanjutkan studi di China. Pada September di tahun yang sama, Zeela menjadi mahasiswa internasional jurusan Ekonomi dan Perdagangan Internasional di perguruan tinggi tersebut. Adik perempuannya, Zoura Nebulani, kemudian mengikuti jejaknya dan juga belajar di institusi yang sama.

"Seni bela diri selalu menjadi bagian penting dalam hidup saya. Itu juga menjadi salah satu alasan utama saya datang untuk belajar di China," kata Zeela. Selama tinggal di Rizhao, kedua saudari tersebut tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memperdalam pemahaman mereka tentang bahasa dan budaya China.

Kecintaan Zeela terhadap Tai Chi berakar dari tradisi keluarga. Kakeknya merupakan penggemar Tai Chi yang telah lama mempraktikkan dan mempelajari seni bela diri tersebut. Kecintaan itu kemudian diwariskan kepada ayah Zeela, yang kemudian menjadi seorang atlet Tai Chi dan meraih prestasi yang baik dalam berbagai kompetisi di Indonesia maupun negara lain. Kini, kecintaan pada Tai Chi tersebut diteruskan kepada generasi berikutnya, yaitu Zeela dan adiknya.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here