Dia pun menilai, dalam praktik politik, reshuffle sering kali memiliki dimensi lain di luar administrasi pemerintahan. Yakni, pergantian menteri dapat menjadi instrumen presiden untuk memperkuat kontrol terhadap kabinet, menjaga loyalitas elite, sekaligus mengonsolidasikan dukungan koalisi.
"Kementerian dan lembaga negara mengelola anggaran besar, pelayanan publik, serta kebijakan strategis yang berdampak langsung pada masyarakat," tuturnya.
Maka itu, dia memandang reshuffle seharusnya disertai penjelasan yang memadai kepada publik, walaupun pengangkatan dan pemberhentian menteri merupakan hak prerogatif presiden, prinsip demokrasi modern tetap menuntut akuntabilitas dan transparansi.
“Minimal pemerintah perlu menjelaskan arah kebijakan, target perbaikan, serta alasan umum mengapa perubahan dilakukan,”katanya.
TII Nilai Reshuffle Kabinet Hanya Utak-atik Posisi Politik
Hal itu dapat terlihat dengan jelas, Prabowo dalam memilih tokoh-tokoh yang masuk Kabinet Merah Putih tidak ada sosok yang baru keculai Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat.