Berbagai macam suvenir terlihat di sebuah toko milik diaspora Indonesia di kawasan Akihabara di Tokyo, Jepang, pada 17 Juni 2026. (Carapandang/Xinhua/Indalia Jayadinata)
Bagi Agus, toko itu bukan sekadar tempat mencari nafkah. Di sela lalu-lalang wisatawan dari berbagai negara, toko tersebut juga menjadi penghubung antara tanah air dan kehidupan yang telah dia bangun selama bertahun-tahun di Negeri Sakura.
Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana usaha kecil milik diaspora Indonesia turut menjadi bagian dari pengalaman wisata warga Indonesia di Jepang. Di samping masjid yang menjadi tempat beribadah, toko sederhana itu berkembang menjadi ruang temu yang menghubungkan para pelancong dengan kisah kehidupan sesama anak bangsa di perantauan.