CARAPANDANG - Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Khalilur Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur mengatakan muktamar ke-35 merupakan pijakan NU agar tetap menjadi penjaga moral RI, sehingga bukan sekadar forum pemilihan ketua umum dan rais aam.
"NU adalah pilar yang membuat republik ini berdiri dan tetap bertahan sampai hari ini," ucap Gus Lilur dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Dia menuturkan Indonesia berdiri karena jasa para ulama NU. RI dibangun bukan hanya oleh pidato para nasionalis di kota-kota besar, melainkan juga oleh doa, fatwa, dan darah para kiai di pesantren-pesantren kampung.
Ketika republik ini belum punya tentara yang kuat, birokrasi yang rapi, bahkan legitimasi
Ketika republik ini belum punya tentara yang kuat, birokrasi yang rapi, bahkan legitimasi yang kokoh di mata rakyat, kata Gus Lilur, para ulama NU sudah lebih dulu menjaga Indonesia dengan pengaruh moral mereka.
Ia mencontohkan seperti hubungan Presiden pertama RI Soekarno dengan pendiri NU Kiai Haji Hasyim Asy'ari.
Bung Karno berkali-kali datang meminta pandangan kepada Hasyim.
Disebutkan bahwa dalam banyak catatan sejarah, para pemimpin RI memahami bahwa dukungan ulama NU bukan sekadar dukungan politik, melainkan legitimasi moral bagi berdirinya Indonesia.
Dengan demikian, dirinya menegaskan NU sejak awal mengambil posisi dekat dengan rakyat, dekat dengan negara, tetapi tidak tunduk menjadi alat negara.
"Kadang kita terlalu mudah melupakan sejarah," tuturnya.