Pernyataan Rubio itu muncul di tengah laporan media yang menunjukkan Iran telah mengajukan proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade AS dan pengakhiran perang, sambil menunda negosiasi yang lebih luas mengenai program nuklir mereka ke tahap selanjutnya.
Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Islamabad pada 11 April tetapi gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.
Negosiasi tersebut menyusul gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi Pakistan pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Trump.
Namun, menjelang pembicaraan selanjutnya, Trump membatalkan rencana keberangkatan utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan akhir pekan ini.
Upaya terus dilakukan untuk menyelenggarakan putaran pembicaraan lain, meskipun poin-poin penting masih menjadi kendala termasuk Selat Hormuz, blokade AS terhadap pelabuhan Iran, dan masa depan program nuklir Iran.
Selat Hormuz adalah jalur transportasi penting yang membawa sekitar 20 persen pasokan minyak global setiap hari dan meningkatnya ketidakamanan telah mendorong kenaikan harga minyak serta biaya pengiriman dan asuransi.
Sumber: Anadolu