AS dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, AS dan Israel segera memperjelas bahwa serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas pada hari pertama operasi militer AS dan Israel itu. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung.
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei itu sebagai tindak pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia mengutuk operasi AS-Israel itu dan menyerukan segera dilakukan deeskalasi dan penghentian permusuhan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA