Menanggapi pernyataan Trump, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran membantah klaim bahwa kapabilitas militer mereka telah hancur, menyebutnya sebagai kebohongan yang direkayasa.
Iran menyatakan sedang berdiskusi dengan sekutu dan mitranya mengenai berbagai opsi untuk memastikan keamanan pelayaran di kawasan.
Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan utama antara Teluk Persia dan Teluk Oman, yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia. Sekitar 20 juta barel minyak melintasi selat ini setiap harinya pada tahun lalu.
Namun sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran dua pekan lalu, sejumlah kapal yang melintasi selat tersebut diserang sehingga jalur ini efektif tertutup dan memicu kenaikan harga minyak global.
Laporan The Guardians juga menyoroti bahwa seruan Trump kepada Inggris ini kontras dengan pernyataannya pekan lalu yang menuduh Perdana Menteri Keir Starmer mencoba bergabung dalam konflik setelah AS mengklaim kemenangan.
Sebelumnya, Trump menulis bahwa Inggris akhirnya serius mempertimbangkan mengirim dua kapal induk ke Timur Tengah, namun ia menegaskan tidak membutuhkannya lagi karena perang telah dimenangkan.
Inggris sendiri tidak ikut serta dalam serangan awal terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Starmer membela keputusannya untuk tidak terlibat langsung dalam kampanye militer tersebut dengan alasan pertimbangan kepentingan nasional Inggris.