Trump awalnya mengira suara tembakan adalah suara baki jatuh, namun situasi berubah kacau ketika agen keamanan mengevakuasi Presiden dan Ibu Negara Melania Trump. Ia menyebut insiden itu sebagai pengalaman yang cukup traumatis bagi sang Ibu Negara.
Sementara itu, dalam konteks kebijakan luar negeri, Trump menegaskan bahwa prioritas utamanya tetaplah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
"Apa pun selain itu akan menjadi hal yang kecil dibandingkan dengan itu. Jika mereka pernah memiliki senjata nuklir... Kita tidak dapat membiarkan itu terjadi," ujarnya.
Meski mengakui bahwa profesi presiden secara statistik lebih berbahaya daripada pembalap mobil atau matador, Trump bersikeras bahwa acara makan malam tersebut akan digelar kembali dalam waktu 30 hari ke depan dengan pengamanan yang lebih ketat, mungkin di lingkungan Gedung Putih yang dianggapnya lebih aman.