Harga minyak dunia beberapa kali tembus US$100 per barel. Hal ini lantaran kapal-kapal tanker minyak tersendat di Selat Hormuz serta serangan udara menghantam fasilitas energi di kawasan.
Kondisi ini semakin memburuk setelah Trump mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam 48 jam jika tak ingin pembangkit listriknya diserang.
Media semi-pemerintah Iran Tasnim dan Fars telah membantah bahwa ada kontak antara AS dan Iran dalam perang ini. Kedutaan Besar Iran di Afghanistan juga mencibir bahwa Trump ketakutan karena peringatan negaranya.
Iran sebelumnya bersumpah akan menyerang semua infrastruktur energi AS di Timur Tengah jika pembangkit listrik Teheran diserang.
Sejauh ini belum ada pernyataan langsung dari pejabat Iran soal pengumuman Trump. dilansir cnnindonesia.com