CARAPANDANG - Masa depan Gianni Infantino, presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), semakin diliputi keraguan setelah dia menarik diri dari proyek "FIFA Forward Enterprise" yang bertujuan membentuk sebuah entitas komersial baru yang sebagian didanai oleh dana investasi swasta, dengan imbalan pemberian dana sebesar 40 juta dolar kepada setiap federasi anggota yang bergabung.
Menurut jaringantalkSPORT, penarikan diri Infantino terjadi setelah dia mengakui bahwa proyek tersebut "menciptakan perpecahan", menyusul ancaman Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk memboikot turnamen-turnamen FIFA jika proyek itu tetap berjalan.
Laporan itu menyebutkan bahwa Infantino juga kehilangan dukungan investor Joshua Kushner dan bank JP Morgan dalam waktu 48 jam, sementara penasihat senior FIFA Carlos Cordeiro mengundurkan diri, dan direktur eksekutif operasional Kevin Lamour menuduh presiden FIFA telah "menipu para pegawai".
Di sisi lain, presiden UEFA, Aleksander Ceferin, tengah membahas kemungkinan meminta federasi-federasi Eropa yang telah memberikan dukungan tertulis kepada Infantino, yang diperkirakan berjumlah lebih dari 40 federasi, untuk menarik dukungan tersebut.