Prioritas ketiga yang menjadi fokus UNDP adalah menghidupkan kembali sektor swasta Gaza yang sebagian besar terhenti. Program pemulihan saat ini mencakup investasi terbatas dan skema padat karya dengan pembayaran tunai untuk mendorong roda perekonomian.
Untuk memperluas jangkauan bantuan, De Croo menyampaikan permintaan khusus kepada otoritas Israel agar memberikan akses yang lebih luas bagi masuknya bahan bangunan, unit hunian, dan dukungan bagi pelaku usaha swasta.
Ia menegaskan bahwa kekhawatiran keamanan Israel tidak seharusnya menjadi penghalang bagi operasional UNDP, organisasi PBB lainnya, maupun lembaga swadaya masyarakat internasional di Gaza.
Sebelumnya, UNDP melalui kantor perwakilannya di Gaza juga telah memulai pembersihan gundukan sampah besar di kawasan Pasar Fras, Gaza City.
Gundukan sampah yang mencapai volume lebih dari 300.000 meter kubik dan tinggi 13 meter tersebut telah menimbun distrik komersial bersejarah itu selama perang berlangsung.