Menurut dia, perpaduan nilai kepemimpinan dan kemampuan memanfaatkan teknologi diperlukan agar organisasi kemasyarakatan dan keagamaan tetap relevan serta mampu merespons perubahan kebutuhan masyarakat.
Waketum MUI sebut Pemimpin Harus Adaptif Hadapi Transformasi Digital dan Membuat Karya
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud mengatakan pemimpin harus mampu beradaptasi dengan transformasi digital sekaligus menghasilkan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan organisasi