Ibnu Bathal menjelaskan bahwa sebagian ulama berpendapat, kalau yang dimaksud dalam hadits tersebut, yaitu, “Dua nikmat yang banyak sekali manusia melupakannya, yakni keadaan sehat dan waktu luang” merupakan sebuah pesan Nabi Muhammad Saw kepada umatnya yang berkaitan dengan kebesaran nikmat Allah yang tersisipkan dalam dua hal tersebut (Syarah Shahih Bukhari, [Riyadh, Maktabah Ar-Rusyd, 2003], jilid X, hlm. 146).
Dalam hadits tersebut, waktu luang ditafsirkan oleh Ibnu Bathal sebagai suatu bentuk ketercukupan dalam hidup. Ia menjelaskan bahwa "Dua nikmat yang sering dilupakan oleh banyak orang adalah kesehatan dan ketercukupan." Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa seseorang tidak akan memiliki waktu luang jika kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi. Dengan demikian, Ibnu Bathal menekankan bahwa siapa pun yang dianugerahi kedua nikmat tersebut harus berhati-hati agar tidak kehilangan atau mengabaikannya.