Beranda Umum Wamen Nezar: Kampus Harus Ajarkan Berpikir Kritis di Tengah Ledakan Generative AI

Wamen Nezar: Kampus Harus Ajarkan Berpikir Kritis di Tengah Ledakan Generative AI

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria meminta perguruan tinggi tidak menjadikan Generative AI sebagai pengganti proses berpikir mahasiswa

0
Wamen Nizar

CARAPANDANG - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria meminta perguruan tinggi tidak menjadikan Generative AI sebagai pengganti proses berpikir mahasiswa.

Dalam Seminar Nasional dan Bimbingan Teknis Dosen Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), ia menekankan bahwa AI harus dimanfaatkan sebagai mitra pembelajaran yang tetap mengutamakan kemampuan berpikir kritis, etika, dan integritas akademik.

Generative AI yang sekarang tidak lagi sekadar alat bantu produktivitas kita, tapi juga telah menjadi infrastruktur kognitif yang membentuk cara manusia berpikir, belajar, dan mengambil keputusan,” jelasnya dalam Seminar Nasional dan Bimbingan Teknis Dosen MKWK yang diikuti secara daring dari Jakarta Pusat, Jumat (07/08/2026).

Perkembangan teknologi AI yang pesat meningkatkan perhatian di dunia akademik akan perlunya kebijakan tata kelola AI yang kontekstual dan berbasis nilai, terutama di tingkat perguruan tinggi.

Oleh karena itu, Wamen Nezar mengajak para dosen pengampu MKWK untuk menerapkan tiga langkah strategis dalam menghadapi perkembangan Generative AI, yakni melakukan reorientasi pedagogi, memperkuat literasi AI berbasis nilai, serta membangun kolaborasi lintas sektor.

“Perlu reorientasi pedagogi yang menjadikan Generative AI sebagai mitra dialektis dalam pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir kritis mahasiswa,” ujar Wamen Nezar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here