Selain itu, faktor anatomi dan biomekanik, termasuk perbedaan struktur panggul dan pola gerakan tubuh, turut mempengaruhi risiko cedera lutut pada perempuan.
Menurut dr. Made Yudi, keluhan seperti nyeri lutut tidak boleh dianggap sebagai kelelahan biasa dan perlu dievaluasi
sejak dini. Sebab, keterlambatan dalam mengenali dan menangani gejala awal dapat berujung pada kondisi yang lebih kompleks, termasuk penurunan fungsi sendi hingga kebutuhan intervensi medis yang lebih lanjut.
Oleh karena itu, peningkatan kesadaran
dan deteksi dini menjadi langkah penting. Khususnya, dalam menjaga kualitas hidup perempuan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan dr. Uli Asri Sihotang menjelaskan, Sixnergy
merupakan bagian dari upaya Siloam Hospitals Mampang meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
"Kami menghadirkan kegiatan Sixnergy ini melalui pendekatan edukasi yang lebih interaktif melalui booth kesehatan yang terbuka bagi masyarakat. Inisiatif ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara informasi medis dan pemahaman publik, dengan cara yang lebih komunikatif dan mudah diakses," ujarnya.