CARAPANDANG - Kerja sama antara China dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas kawasan, di tengah dunia yang terus menghadapi berbagai tantangan geopolitik, demikian disampaikan CEO Kantor Berita Nasional Malaysia (Bernama).
Selain perdagangan dan produk konvensional, hubungan tersebut akan memainkan peran penting seiring dengan terus berkembangnya ekonomi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang menjadi landasan bagi tatanan global baru, kata CEO Bernama Nur-ul Afida Kamaludin dalam wawancara eksklusif dengan Xinhua baru-baru ini.
"Di tengah ketidakpastian geopolitik, kawasan ini tidak boleh terpecah menjadi blok-blok yang saling bersaing atau eksklusif. Kawasan ini harus dibangun atas dasar saling menghormati, inklusivitas dan dialog. Dalam satu dekade ke depan, saya berharap Asia-Pasifik tetap menjadi kawasan yang damai, terbuka dan dinamis secara ekonomi, dengan negara-negara kecil dan berkembang memiliki suara yang berarti," ujarnya.